Rabu, 11 November 2015

Upacara Kasada di Bromo

Kawah Bromo
Jelajahi keindahan Bromo, akan lebih lengkap jika anda juga mengetahui kebudayaan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan Bromo. Jika kita paham dengan budaya yang ada disuatu kawasan wisata yang kita kunjungi, akan membuat kita merasa lebih homy saat mengeksplorasi kawasan tersebut.

Kawasan Bromo tidak bisa di pisahkan dengan Suku Tengger. Konon menurut sejarah Suku Tengger adalah keturunan dari orang Kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke kawasan Bromo karena serangan dari Sultan Agung Raja Kerajaan Mataram di sekitar abad ke-15.

Upacara Kasada adalah upacara yang sangat penting bagi Suku Tengger karena di yakini upacara ini memiliki nilai yang sakral dalam kehidupan mereka, mereka percaya bahwa hidup itu harus tetap selaras dengan alam, hal-hal positif ataupun negatif yang mereka alami di dalam kehidupan sehari-hari adalah wujud dari cerminan keselarasan dengan alam.

Upacara Kasada adalah salah satu bentuk perwujudan dari usaha masyarakat Suku Tengger untuk menyelaraskan kehidupan dengan alam di sekitarnya, menjalin hubungan yang harmonis dengan alam.

Hikayat Upacara Kasada

Kaldera Bromo
Dikisahkan tentang sepasang suami istri Roro Anteng dan Joko Seger yang sudah menikah sekian lama tapi belum mempunyai keturunan, sehingga mereka memutuskan untuk bersemedi memohon agar di berikan keturunan dan berjanji jika mereka bisa mempunyai keturunan, maka anak terakhir akan di persembahkan kepada para Dewa di Gunung Bromo.

Permintaan mereka di kabulkan hingga mereka mempunyai 25 anak. Akan tetapi pasangan ini melanggar janji untuk menyerahkan anak terakhir, Raden Kusuma, sebagai persembahan. Sehingga suatu hari Kawah Gunung Bromo mengeluarkan lava, cuaca mendung gelap dan petir menyambar nyambar.

Roro Anteng dan Joko Seger merasa bahwa para Dewa sedang marah, maka di ajaklah seluruh anaknya menuju lautan pasir dan berdoa di sana. Tiba-tiba Raden Kusuma tersambar petir dan jatuh ke dalam kawah Bromo. Tidak lama kemudian suasana kembali normal seperti semula.

Dan terdengar suara dari dalam kawah yang diyakini sebagai suara Raden Kusuma “Wahai Ayah dan Ibuku, hidupku sudah tentram, aku berkorban demi kalian semua, oleh karena itu hiduplah dengan rukun serta berbaktilah kepada Sang Hyang Widi. Kalian jangan memikirkan aku, pesanku satu jangan di lupakan, kirimkanlah sebagian hasil ladang tanah ini ke kawah dan lakukanlah di saat bulan purnama setiap bulan Kasada”.

Kasada adalah Bulan ke Dua Belas

perayaan kasada di pura bromo
Sejak saat itulah setiap bulan Kasada di laksanakan upacara ritual Kasada. Kasada artinya adalah Kedua belas, jadi setiap tahun pada bulan ke-dua belas(menurut kalender tahunan Tengger) di hari ke-15 dilaksanakan ritual Kasada.

Upacara dimulai pukul 00.00 ribuan warga Suku Tengger berkumpul di Pura di lautan pasir di kaki Gunung Bromo. Dibawah pimpinan Ketua Adat,mereka bersama sama berdoa dan melemparkan sesaji ke kawah Bromo, demi memenuhi pesan Raden Arya. Perayaan Kasada biasanya berlangsung sampai pukul 07.00 pagi.

Tips Ke Bromo Saat Kasada

kuda, orang tengger dan pura bromo
Jika anda ingin mengunjungi Bromo saat perayaan Kasada, pastikan anda sudah mempersiapkan pemesanan hotel dan lain lain jauh sebelum hari pelaksanaan. Jangan mendadak, karena bisa saja keinginan anda untuk liburan ke Bromo di saat Kasada batal terlaksana.

Ritual ini juga menjadi agenda tahunan yang sangat di tunggu–tunggu oleh wisatawan, mereka ingin mendapatkan pelajaran yang tersirat dari pelaksanaan upacara ini. Pemandangan langka dan penuh makna. Oleh karena itu hampir semua hotel maupun penginapan (homestay) di pastikan full-booked.

Demikian juga dengan armada Jeep yang tersedia, hampir semuanya sudah penuh. Tetapi bagi anda yang ingin petualangan menantang, tidak perlu khawatir, Karena anda tetap bisa menikmati Kasada dengan berjalan kaki/naik motor melintasi lautan pasir menuju kawah Bromo. Tentu saja harus ada persiapan fisik yang prima, karena anda harus berjalan mengarungi lautan pasir di tengah dinginnya malam kawasan Bromo di ketinggian 2.392 mdpl.

Persiapkan juga baju hangat, syal, kaos tangan, kaos kaki, masker atau kerpus. Prinsipnya persiapkan segala sesuatunya agar kegiatan meng-eksplore Bromo di saat Kasada menjadi meyenangkan. Selamat Berlibur. Salam Explore Bromo, Salam Explore Indonesia.
wisata banyuwangi kawah ijen dan baluran

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Wisata Gunung Bromo | info@explorebromo.com | support by GO.WEB