Wisata Gunung Bromo Jawa Timur

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Kawasan Konservasi TNBTS berada di wilayah Malang, Pasuruan, Lumajang dan Probolinggo

wisata gunung bromo

Wisata Gunung Bromo

Setiap hari wisata di Gunung Bromo dari kota Batu, Malang atau Surabaya.

gunung bromo diakses dari malang jawa timur

dari Pananjakan melihat Bromo

Panorama sunrise tercantik yang bisa dinikmati di Seruni point, Pananjakan satu dan Pananjakan dua.

sewa jeep bromo

Sewa Jeep Bromo

IDR 1200K
Jeep Bromo Malang
IDR 600K
Jeep Bromo Probolinggo
wisata gunung bromo dari Batu dan Malang

Bromo Setiap Hari

IDR 300.000/pax
Setiap hari dari Malang
IDR 350.000/pax
Bromo setiap hari dari Batu
paket wisata bromo naik damri dari surabaya

Bromo Setiap Sabtu

IDR 375.000/pax
Bromo Sunrise Naik Damri
dari Kota Surabaya
Setiap Sabtu dari Stasiun & Terminal

Paket Wisata Gunung Bromo

Bromo Tengger Semeru

Rabu, 29 September 2021

Pos Dingklik, Spot Sunrise Bromo Yang Paling Mudah di Akses

spot sunrise gunung bromo pos dingklik

Pos Dingklik, 2.463 mdpl. Spot sunrise gunung Bromo terdekat dan yang pertama untuk menyaksikan keindahan pagi gunung Bromo, tergolong paling mudah diakses dari jalur pintu masuk Wonokitri, Pasuruan. Lokasinya tidak jauh dari gerbang masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), hanya sekitar 5 menit perjalanan dengan kendaraan. Dari lokasi Pos Dingklik, explorer berhadapan langsung dengan pemandangan gunung Batok, seolah sejajar dengan posisi kita berdiri di pos Dingklik.

Dingklik dalam bahasa Jawa diartikan sebagai bangku atau tempat duduk kecil (pendek) yang digunakan untuk duduk (setengah jongkok) atau meletakkan kaki. Dinamakan Pos Dingklik bisa berarti lokasi ini sebagai tempat sementara untuk duduk atau istirahat sejenak.
Pos Dingklik dengan lokasinya yang tidak begitu jauh dari pintu masuk Bromo, kemudahan aksesnya yang berada di pinggir jalan pertigaan menuju Pananjakan 1 dan Lautan pasir, bisa sebagai lokasi alternatif saat Puncak Pananjakan 1 macet dan padat oleh pengunjung. pos dingklik sunrise view point gunung bromo

Pos Dingklik - Spot Sunrise Gunung Bromo

Ketinggian Lokasi: 2.463 mdpl
Wilayah Administrasi: : Area Hutan, Wonokitri, Tosari, Pasuruan
Tiket Masuk: tidak ada
Suhu Extrem: 3-5° Celcius
Trek: Pinggir Jalan Utama arah Pananjakan 1

Parkir Kendaraan: terbatas parkir pinggir jalan
Toilet; tersedia, tarif 5.000
Musholla: tidak tersedia
Camping Ground: banyak pilihan lokasi
Sewa Kuda: tidak tersedia, cukup jalan kaki

Warung Makanan: kedai makan minum, bakso, mie, kopi dan teh
Souvenir: toko oleh oleh syal, sarung tangan, kupluk

Pos Dingklik, Alternatif Terbaik Untuk Sunrise Saat Pananjakan Penuh Sesak

Dengan lokasinya yang berada disisi jalan utama menuju puncak Pananjakan 1, termasuk juga jalur utama menuju spot sunrise point lainnya seperti Bukit Kingkong dan Bukit Cinta. Pos Dingklik merupakan spot yang paling strategis untuk memutuskan berhenti saat jalanan macet karena padatnya pengunjung, tanpa kuatir kehilangan momen pagi di gunung Bromo

Khusunya saat high season liburan panjang atau liburan sekolah, tiap sudut spot sunrise gunung Bromo pasti padat oleh pengunjung. Artinya jalan raya utama yang hanya tersedia dua jalur kendaraan juga kebagian macet, padat merayap. Memutuskan untuk ke puncak Pananjakan Anda juga harus memikirkan untuk pulang baliknya, naik atau turun kedua arus pasti akan terhambat.

Pos Dingklik menjadi alternatif dan solusi untuk situasi seperti ini, setidaknya saat menuju lautan pasir lokasi sudah lebih dekat dibanding dengan puncak sunrise lainnya di Pasuruan.

BACA JUGA: Anda Perlu Tahu ada 7 Pilihan Spot Sunrise di Gunung Bromo

Sunrise Bromo

Pos Dingklik, Trek dan Fasilitas Pendukungnya

Dengan lokasinya yang tidak jauh dari pintu masuk, berada di pinggir jalan utama dan pertigaan jalur antara menuju Puncak Pananjakan dan Lautan Pasir Bromo sangat cocok untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan ke puncak atau turun ke Kawah Bromo.

Parkir di Pinggir Jalan, karena lokasi Pos Dingklik ini berada di teras atau pinggir tebing dan kawasan lahan terbatas, lokasi parkir kendaraan ditempatkan pada sisi jalan raya. Tentu dengan kapasitas yang terbatas untuk roda empat.

Tersedia warung pinggir jalan, layaknya sebagai tempat istirahat, pasti akan ada para penjaja makanan, sebagian menawarkan dagangan kaki lima dan sebagian lain di warung atau kedai sisi jalan lainnya dari Pos Dingklik

wisata banyuwangi kawah ijen dan baluran

Jumat, 25 Juni 2021

Yadnya Kasada, Upacara Sesembahan Umat Hindu Tengger di Bromo

upacara adat yadnya kasada hindu tengger di gunung bromo
Acara sesembahan dan ritual kurban ke Kawah Gunung Bromo. Photo: Wahyu Gunawan

Hari Raya Yadya Kasada adalah sebuah hari upacara sesembahan berupa persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi. Yadnya Kasada adalah upacara keagamaan umat Hindu Tengger dengan ritual kurban ke kawah Gunung Bromo, diselenggarakan setiap tahun pada bulan Kasada hari ke 14 penanggalan Jawa.

Kasada atau Kasodo, adalah upacara adat persembahan korban atau sesajian ke Kawah Gunung Bromo dari masyarakat Hindu Tengger sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Hyang Widi, Leluhur dan Alam Semesta.Kasada bukan hanya doa dan syukur tetapi juga sebagai janji yang harus ditepati dari Orang Tengger kepada Tuhan

Legenda dan Sejarah Tengger (Roro Anteng dan Joko Seger)

Masyarakat Tengger telah melaksanakan upacara Yadnya Kasada secara turun menurun dari awal kehadiran mereka di kawasan Tengger sejak masa Kerajaan Majapahit, diperkirakan sekitar abad ke 13 Masehi. Ada banyak versi yang mengisahkan asal-usul orang Tengger, baik dalam bentuk sejarah ataupun legenda cerita rakyat yang telah diyakini secara turun menurun hingga sekarang. Salah satu rujukannya melalui "Legenda dan Religi Sebagai Media Integrasi Bangsa" di jurnal Humaniora, Vil. 13 No.1 2001 oleh Sudiro.

Legenda Tengger mengisahkan Rara Anteng, putri raja Brawijaya dari kerajaan Majapahit yang bertemu dengan Joko Seger, putra seorang Brahmana dari Kediri, selanjutnya mereka berdua menjadi suami istri yang sekaligus sebagai cikal bakal atau pendiri masyarakat Tengger.

Rara Anteng (Teng) dan Joko Seger (Ger) yang kemudian dipadukan menjadi Tengger, sangat melekat dihati sebagai cikal bakal orang Tengger, sehingga keduanya tidak dianggap sebagai legenda lagi. Nama Tengger juga mencerminkan masyarakat yang hidup sederhana, tenteram, damai, bergotong-royong dengan toleransi tinggi dan suka bekerja keras.

Sebab situasi yang semula aman dan berubah menjadi kacau, kedua insan ini akhirnya memutuskan meninggalkan kerajaannya dan menuju kawasan pegunungan Tengger. Roro Anteng meninggalkan keraton Majapahit menuju Desa Krajan dan menetap selama 8 tahun, melanjutkan kehidupan barunya sebagai petani di Penanjakan.

Hal yang sama juga terjadi pada Joko Seger yang berasal dari Kediri, meninggalkan kerajaannya menuju Desa Kedawung. Dari tempat inilah dia mendapat informasi bahwa orang-orang Majapahit berada di Pananjakan. Dari tempat inilah, akhirnya keduanya bertemu dan akhirnya menikah.

Meskipun usia pernikahan cukup lama, Rara Anteng dan Joko Seger belum juga diberi karunia anak. Upaya memohon doa dilakukan dengan cara bersemedi di Gunung Widodaren. Keduanya bersepakat dan berjanji jika kelak Tuhan mengaruniai anak mereka bersedia mengorbankan seorang anaknya. Permohonannya terkabul hingga diberi keturunan 25 orang anak tetapi melupakan janji sebelumnya untuk mengorbankan salah satu anaknya.

Suatu kejadian aneh terjadi, seorang anaknya yang bungsu bernama Raden Kusuma hilang masuk ke kawah Gunung Bromo, melalui kawah Gunung Bromo itulah terdengar pesan suara dari Raden Kusuma bahwa, " Keturunan Rara Anteng dan Joko Seger atau masyarakat Tengger dapat hidup aman sejahtera bila pada waktu yang ditentukan memberikan korban ke kawah Gunung Bromo".

Korban ke Kawah Gunung Bromo dapat diartikan berupa barang-barang tertentu dari hasil bumi atau hewan. Kebiasaan masyarakat Tengger memberikan korban ke kawah Gunung Bromo adalah realisasi dari legenda Rara Anteng - Joko Seger untuk memenuhi permintaan Kusuma. Legenda di Tengger adalah kepercayaan atau mitos sedangkan realitas dalam masyarakat Tengger dapat dilacak dari peristiwa sejarahnya.

Sejarah Tengger, sangat kurang didukung oleh bukti historis dan bukti arkeologis karena berdasar pada budaya tutur (bercerita) lebih kuat ketimbang budaya menulis (mencatat). Kekurangan informasi dan bukti menjadikan pemecahan masalah alternatif ditempuh melalui informasi legenda.

Bukti adanya punden menyatakan bahwa orang Tengger pernah memiliki kepercayaan Jawa Kuno, dan baru pada abad kesepuluh Masehi pengaruh Hindu sampai kepada masyarakat Tengger Gunung Bromo. Bukti sejarah berupa prasasti Tengger tahun 929 M menyatakan bahwa Desa Walandid di Pegunungan Tengger adalah tempat suci karena desa itu dihuni oleh para pengikut agama Hindu. Dan kesucian desa ini telah diakui oleh Keraton Majapahit, warga desa sebagai masyarakat beragama (hulun hyang, Abdi Tuhan) dan dianggap melaksanakan pemujaan terhadap dewa-dewa Hindu, mereka dibebaskan dari pembayaran pajak kepada keraton Majapahit.

Seiiring perkembangan jaman dan keruntuhan kerajaan Majapahit pada akhir abad 15 (1478 - 1518), pada masa itu agama Hindu Tengger ikut mengalami kesuraman seiring dengan berkembangnya kerajaan Islam di Jawa. Terjadi banyak peperangan dan pemberontakan, pemberontakan Trunajaya 1680 M dan Untung Surapati 1706 M, para perlarian dari pemberontakan itu menyingkir ke Tengger dan berintegrasi dengan masyarakat setempat.

Dengan banyaknya pendaang di kawasan Tengger maka terdapat kekhawatiran tentang ketenteraman hidup pada masyarakat. Dalam situasi seperti ini para dukun menggunakan upacara adat Tengger untuk mempersatukan seluruh masyarakat Hindu di kawasan pegunungan Tengger.

wisata banyuwangi kawah ijen dan baluran

Senin, 21 Juni 2021

7 Spot Sunrise Gunung Bromo Terpopuler Pilihan Wisatawan

spot sunrise gunung bromo paling populer

Spot Sunrise Populer Gunung Bromo. Panorama pagi di Gunung Bromo, Salah satu daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Bromo adalah mengejar matahari "The Golden Sunrise of Bromo". Untuk tujuan ini para explorer bersedia mengemas kunjungan singkat berangkat dari kota Batu, Malang atau Surabaya dengan Trip Satu Hari Gunung Bromo tanpa menginap, dengan durasi rata-rata 12 jam start tengah malam dan kembali lagi ke kota asal siang hari berikutnya.

Sunrise Gunung Bromo, dari sisi manapun melihat matahari pagi di Gunung Bromo pasti akan nampak kemegahannya. Anda perlu tahu bahwa setidaknya ada tujuh pilihan lokasi yang paling keren untuk mendokumentasikan sunrise dan panorama Gunung Bromo

Silahkan putar video tentang gambaran aktivitas setiap hari Trip Golden Sunrise dan Panorama Gunung Bromo berangkat dari kota Batu atau Malang. Berangkat saat tengah malam hingga berlangsung selama 12 jam hingga kembali ke kota asal Batu atau Malang

Mereka rela bangun pagi bahkan sengaja berjaga untuk menikmati fenomena alam dengan rela menahan kantuk dan dingin di deimi pemandangan pagi indah Gunung Bromo di ketinggian 2.329 mdpl ini. Ada beberapa pilihan spot sunrise Bromo yang bisa membuktikan bahwa Gunung Bromo tetap memukan dan bisa dinikmati dari berbagai sisi dan sudut manapun di sekitar kawasannya. Catat beberapa lokasi spot sunrise hasil yang dirangkum Explore Bromo.

puncak pananjakan 1 gunung bromo

1# View Point Pananjakan 1 - The Famous of Sunrise

Pananjakan Point, 2.770 mdpl adalah titik tertinggi di Gunung Pananjakan untuk aktivitas melihat matahari terbit di Gunung Bromo, disebut juga sebagai Pananjakan 1 untuk membedakan dengan spot Seruni Point yang juga berada di lereng gunung Pananjakan.

Pananjakan 1 termasuk spot yang paling terkenal dan populer di kalangan explorer dan pemburu sunrise Gunung Bromo, kebanyakan hasil dokumentasi pemandangan pagi Bromo dengan latar belakang gunung-gunung eksotis disekitarnya dan telah tersebar meluas diambil dari spot Pananjakan 1.

Sangatlah wajar spot sunrise Pananjakan 1 ini menyandang gelar The Famous of Bromo Sunrise, bisa jadi foto Gunung Bromo yang dipajang di sampul depan Lonely Planet Indonesia selama bertahun-tahun ini diambil gambarnya dari puncak pertama di lereng gunung Pananjakan ini.

Spot Sunrise Pananjakan 1 Gunung Bromo

Ketinggian Lokasi: 2.770 mdpl
Wilayah Administrasi: : Wonokitri, Pasuruan
Tiket Masuk: tidak ada
Suhu Extrem: 3-5° Celcius

Parkir Kendaraan: tersedia terbatas dan padat, Motor Rp. 10.000
Toilet; tersedia, berbayar Rp. 5.000
Musholla: tersedia

Persewaan: Jaket, Selimut dan Tikar
Warung Makanan: kedai kopi/teh hangat dan makanan ringan
Souvenir: toko oleh oleh syal, sarung tangan, kupluk
Ojeg Motor: Tarif Rp. 10.000 dari Parkir ke Tangga

BACA JUGA: Pananjakan 1, Puncak Terbaik Melihat Golden Sunrise Bromo

point seruni pananjakan 2

2# Pananjakan 2: The Great Wall of Seruni Point

Seruni Point, 2.400 mdpl atau sering disebut dengan Pananjakan 2, dibangun untuk memenuhi keterbatasan dan daya dukung Pananjakan 1 oleh padatnya explorer yang berkunjung ke Bromo untuk datanya sunrise.

Penamaan Seruni diambil dari lokasi dibangunnya spot ini di dusun Seruni, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Di Seruni Point ini para explorer masih bisa melihat jelas hamparan lautan pasir "The Sea Of Land" berikut panorama Bromo lainnya seperti halnya di Pananjakan 1, sedikitpun tidak mengurangi keindahan panorama Gunung Bromo dari sudut pandang manapun kita berdiri.

Seruni, adalah nama yang populer untuk anak perempuan Jawa. Seruni memiliki arti Bunga, ada juga yang menyebutkan salah satu nama tumbuhan yang hidup di pantai

Sunrise Poin Seruni yang mendapat julukan Tembok besar ala Bromo ini dibangun atas Empat Pilar Tugu Brawijaya sebagai perlambang kejayaan kerajaan Majapahit tempo silam. Posisi yang menjadi rebutan para explorer adalah puncak Seruni Point, untuk mencapainya melalui perjuangan dengan meniti sebanyak 256 anak tangga. Tapi tak perlu khawatir, menuju puncak Seruni point juga disiapkan tempat beristirahat sebanyak 7 (tujuh) titik, kamu bisa berhenti sejenak sekaligus menimkati sejuknya hawa Bromo di area bordes tersebut.

Seruni Point Pananjakan - Spot Sunrise Gunung Bromo

Ketinggian Lokasi: 2.436 mdpl
Wilayah Administrasi: : Cemoro Lawang, Ngadisari, Sukapura, Probolinggo
Tiket Masuk: Rp. 5000
Suhu Extrem: 3-5° Celcius
Trek: 256 anak tangga

Parkir Kendaraan: tersedia
Toilet; tersedia, tarif 5.000
Musholla: tidak tersedia, bawa alas untuk sholat
Camping Ground: tidak tersedia, dilarang camping
Sewa Kuda: 100.000 - 150.000 PP

Warung Makanan: kedai makan minum, bakso, mie, kopi dan teh
Souvenir: toko oleh oleh syal, sarung tangan, kupluk

BACA JUGA: Mengintip Terbitnya Matahari dari balik Tembok Besar Point Seruni Pananjakan 2

bukit kingkong atau bukit kedaluh bromo

3# Bukit Kingkong atau Bukit Kedaluh

Sunrise Point Kingkong Hill atau Bukit Kedaluh, 2.600 mdpl. Spot sunrise di Bromo tak hanya bisa dinikmati dari Pananjakan 1 dan 2 saja, masih ada beberapa alternatif lainnya tanpa mengurangi kemegahan kawah Bromo dengan pesonanya dan dengan lokasi yang lebih nyaman tanpa harus berdeaak-desakan dengan pengunjung lainnya, salah satunya adalah di Bukit Kingkong.

Lokasi Bukit Kingkong berada diantara ketinggian lokasi antara Pananjakan 1 dan Pananjakan 2. Dengan sudut pandang yang lebih rendah explorer masih bisa menikmati The Golden Sunrise of Bromo dengan latar belakang Gunung Batok dan Mahameru, puncak Gunung Semeru.

Meski tidak dibangun semegah Seruni Point, pagar pengaman setinggi dada orang dewasa menjadi pembatas keamanan. Beberapa pedagang asongan juga sering terlihat menjajakan dagangan mie rebus dan minuman hangat untuk menemani dinginnya hawa pagi gunung Bromo.

Bukit Kingkong / Bukit Kedaluh- Spot Sunrise Gunung Bromo

Ketinggian Lokasi: 2.600 mdpl
Wilayah Administrasi: : Cemoro Lawang, Ngadisari, Sukapura, Probolinggo
Tiket Masuk: tidak ada
Suhu Extrem: 3-5° Celcius
Trek: Tidak Jauh dan Pinggir Jalan Utama

Parkir Kendaraan: cukup luas. 200 meter ke Bukit Kingkong
Toilet; tersedia, tarif 5.000
Musholla: tidak tersedia
Camping Ground: banyak pilihan lokasi
Sewa Kuda: 100.000 - 150.000 PP

Warung Makanan: kedai makan minum, bakso, mie, kopi dan teh
Souvenir: toko oleh oleh syal, sarung tangan, kupluk

BACA JUGA: Bukit Kingkong atau Bukit Kedaluh, Alternatif Sunrise Gunung Bromo selain Pananjakan

bukit cinta - love hill sunrise gunung bromo

4# Bukit Cinta / Love Hill Pananjakan

Bukit Cinta atau Love Hill, 2.680 mdpl. atau juga disebut sebagai spot sunrise point Pananjakan 3. Selain sebagai titik pertemuan dengan suasana pagi pertama di Gunung Bromo di lokasi ini menurut hikayat masyarakat Tengger diyakini sebagai tempat pertemuan Roro Anteng dengan Joko Seger untuk pertama kalinya, sepasang kekasih yang dipercaya sebagai cikal bakal nenek moyang masyarakat Tengger di Bromo. Bukit Cinta berada di lereng gunung Pananjakan dan sejajar dengan spot sunrise lainnya di Puncak Pananjakan, menjadi alternatif jika spot Pananjakan 1 dan 2 sudah mulai padat dengan pengunjung.

Bukit Cinta, Love Hill atau sering disebut sebagai Pananjakan 3. menjadi lokasi alternatif lain untuk menyaksikan suasana sunrise pagi Kaldera Tengger dan Gunung Bromo di jajaran spot sunrise puncak Pananjakan. Spot utama yang menonjol adalah Gunung Batok dengan latar belakangnya Kawah Bromo

Bukit Cinta - Spot Sunrise Pananjakan 3 Bromo

Ketinggian Lokasi: 2.680 mdpl
Wilayah Administrasi: : Pegunungan Wonokitri, Tosari, Pasuruan
Tiket Masuk: tidak ada
Dibangun: 2017
Suhu Extrem: 3-5° Celcius
Trek: 100-an Anak tangga
Legenda: Titik temu Roro Anteng dengan Joko Seger (Tengger)

Parkir Kendaraan: memanfaatkan bahu jalan
Toilet; tersedia, berbayar Rp. 5.000
Musholla: tidak ada
Camping Ground: terbatas 8-10 tenda, tidak disarankan saat weekend atau liburan nasional

Persewaan: Jaket, Selimut dan Tikar
Warung Makanan: asongan dan kedai kopi/teh hangat dan makanan ringan
Souvenir: toko oleh oleh syal, sarung tangan, kupluk

BACA JUGA: Bukit Cinta, Titik Pertemuan Sunrise dan Legenda Tengger Bromo

bukit mentigen gunung bromo

5# Bukit Mentigen Cemoro Lawang

Bukit Mentigen (Mentigen Hill), 2.300 mdpl. Lokasi Spot Sunrise Bromo yang berada diluar area Pananjakan, dengan akses yang paling deket dengan Rest Area Ngadisari menuju ke lokasi Mentigen juga bisa ditempuh dengan berbagai macam jenis kendaraan atau bahkan cukup dengan jalan kaki. Explorer tidak harus menyewa Jeep Bromo jika hanya untuk mendapatkan gambar indah saat pagi serta panorama Gunung Bromo, camping, hunting foto milky way bahkan pre wedding pun kerap memanfaatkan bukit Mentigen ini.

Bukit Mentigen lebih cocok bagi yang gak mau ribet dengan perjalanan ke Pananjakan hanya untuk berburu spot sunrise gunung Bromo dengan kewajiban sewa jeep atau berdesakan dengan kepadatan pengunjung. Sunrise dan Panorama Gunung Bromo masih terlihat cantik dari spot Mentigen, Camping, berburu foto Milkiway serta Prewedding kerap menggunakan lokasi ini.

Bukit Mentigen - Spot Sunrise Gunung Bromo

Ketinggian Lokasi: 2.300 mdpl
Wilayah Administrasi: : Ngadisari, Probolinggo
Tiket Masuk: tidak ada
Suhu Extrem: 3-5° Celcius
Trek: 950 meter atau 15 menit jalan kaki dari Rest Area Ngadisari
Ojek: 20K - 25K dari rest area Cemoro Lawang sekali jalan

Parkir Kendaraan: cukup luas
Toilet; tidak tersedia
Musholla: tidak tersedia
Camping Ground: banyak pilihan lokasi

Persewaan: Jaket, Selimut dan Tikar di Ngadisari
Warung Makanan: kedai makan minum di Ngadisari
Souvenir: toko oleh oleh syal, sarung tangan, kupluk di Ngadisari

BACA JUGA: Bukit Mentigen Cemorolawang, Tidak Hanya Sunrise, Camping dan Milkyway Bisa Dari Lokasi Ini

pos dingklik gunung pananjakan bromo

6# Pos Dingklik

Spot sunrise Bromo ini adalah yang pertama Anda temukan jika datang dari arah Pasuruan. Lokasinya pun tidak jauh dari pintu gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Meski tempatnya lebih kecil daripada Penanjakan 1, Anda bisa menikmati sunrise Bromo dengan lebih leluasa di sini.

puncak B29 dan P30 Lumajang

7# Puncak Songolikur B-29 dan P-30 Lumajang

Sudah pernah ke Bromo dan menyaksikan Golden Sunrise Gunung Bromo?, tunggu dulu!. Jika tripod kamera di pasang diatas puncak Pananjakan, itu semua orang juga sudah lakukan dari sejak zaman dulu kala. Jika memang Explorer pengen beda dengan gambar Bromo yang sudah beredar meluas, anti mainstream coba datang kesini, puncak tertinggi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk menyaksikan seluruh isi Kaldera Gunung Bromo, dari ketinggian 2.900 dan 3.000 mdpl.

Puncak Songolikur (2.900 mdpl), bahasa Jawa yang artinya Puncak Dua Sembilan yang kini lebih populer dengan sebutan Puncak B29. Sisi lain menikmati terbitnya matahari pagi "golden sunrise Bromo" dari jalur Lumajang. Dari puncaknya, Explorer bisa menyaksikan 5 gunung populer di Jawa Timur lainnya selain gunung Bromo, Semeru, Arjuno & Welirang, Argopura dan gunung Raung.

BACA JUGA: Puncak B29 dan P30, Sisi Lain dari Sunrise Gunung Bromo

wisata banyuwangi kawah ijen dan baluran

Senin, 07 Juni 2021

Menyambut Sunrise Terbaik Bromo di Bukit Kingkong / Bukit Kedaluh

bukit kingkong atau kedaluh gunung pananjakan bromo

Sunrise Point Kingkong Hill atau Bukit Kedaluh, 2.600 mdpl. Spot sunrise di Bromo tak hanya bisa dinikmati dari Pananjakan 1 dan 2 saja, masih ada beberapa alternatif lainnya tanpa mengurangi kemegahan kawah Bromo dengan pesonanya dan dengan lokasi yang lebih nyaman tanpa harus berdeaak-desakan dengan pengunjung lainnya, salah satunya adalah di Bukit Kingkong.

Lokasi Bukit Kingkong berada diantara ketinggian lokasi antara Pananjakan 1 dan Pananjakan 2. Dengan sudut pandang yang lebih rendah explorer masih bisa menikmati The Golden Sunrise of Bromo dengan latar belakang Gunung Batok dan Mahameru, puncak Gunung Semeru.

Meski tidak dibangun semegah Seruni Point, pagar pengaman setinggi dada orang dewasa menjadi pembatas keamanan. Beberapa pedagang asongan juga sering terlihat menjajakan dagangan mie rebus dan minuman hangat untuk menemani dinginnya hawa pagi gunung Bromo.

Bukit Kingkong / Bukit Kedaluh- Spot Sunrise Gunung Bromo

Ketinggian Lokasi: 2.600 mdpl
Wilayah Administrasi: : Cemoro Lawang, Ngadisari, Sukapura, Probolinggo
Tiket Masuk: tidak ada
Suhu Extrem: 3-5° Celcius
Trek: Tidak Jauh dan Pinggir Jalan Utama

Parkir Kendaraan: cukup luas. 200 meter ke Bukit Kingkong
Toilet; tersedia, tarif 5.000
Musholla: tidak tersedia
Camping Ground: banyak pilihan lokasi
Sewa Kuda: 100.000 - 150.000 PP

Warung Makanan: kedai makan minum, bakso, mie, kopi dan teh
Souvenir: toko oleh oleh syal, sarung tangan, kupluk

Sunrise Bromo

wisata banyuwangi kawah ijen dan baluran

Kamis, 03 Juni 2021

Tak Hanya Hunting Sunrise & Milky Way, Bukit Mentigen Favorite Spot Camping & Prewedding di Bromo

bukit mentigen ngadisari Bromo

Bukit Mentigen (Mentigen Hill), 2.300 mdpl. Lokasi Spot Sunrise Bromo yang berada diluar area Pananjakan, dengan akses yang paling deket dengan Rest Area Ngadisari menuju ke lokasi Mentigen juga bisa ditempuh dengan berbagai macam jenis kendaraan atau bahkan cukup dengan jalan kaki. Explorer tidak harus menyewa Jeep Bromo jika hanya untuk mendapatkan gambar indah saat pagi serta panorama Gunung Bromo, camping, hunting foto milky way bahkan pre wedding pun kerap memanfaatkan bukit Mentigen ini.

Bukit Mentigen lebih cocok bagi yang gak mau ribet dengan perjalanan ke Pananjakan hanya untuk berburu spot sunrise gunung Bromo dengan kewajiban sewa jeep atau berdesakan dengan kepadatan pengunjung. Sunrise dan Panorama Gunung Bromo masih terlihat cantik dari spot Mentigen, Camping, berburu foto Milkiway serta Prewedding kerap menggunakan lokasi ini.

Bukit Mentigen - Spot Sunrise Gunung Bromo

Ketinggian Lokasi: 2.300 mdpl
Wilayah Administrasi: : Ngadisari, Probolinggo
Tiket Masuk: tidak ada
Suhu Extrem: 3-5° Celcius
Trek: 950 meter atau 15 menit jalan kaki dari Rest Area Ngadisari
Ojek: 20K - 25K dari rest area Cemoro Lawang sekali jalan

Parkir Kendaraan: cukup luas
Toilet; tidak tersedia
Musholla: tidak tersedia
Camping Ground: banyak pilihan lokasi

Persewaan: Jaket, Selimut dan Tikar di Ngadisari
Warung Makanan: kedai makan minum di Ngadisari
Souvenir: toko oleh oleh syal, sarung tangan, kupluk di Ngadisari

open trip bromo sunrise setiap hari

Bukit Mentigen adalah salah satu lokasi atau area yang diijinkan untuk mendirikan tenda Camping. Rata-rata explorer memanfaatkan area di Mentigen tidak lebih dari satu malam, membangun tenda untuk penyimpanan barang dan perlengkapan dokumentasi, juga bertahan dari dingin dan angin sembari berburu foto sunset, sunrise atau galaksi bintang Bima Sakti

camping di bromo

Akses Paling Mudah Untuk Hunting Sunrise, Sunset, dan Milky Way

Lokasi Bukit Mentigen, tidak jauh dari pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Cemoro Lawang desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo. Explorer bisa memulai trekking atau jalan kaki dari gapura "Selamat Datang di Obyek WIsata Seruni" atau Rest Area Cemoro Lawang Ngadisari dengan menempuh jarak sekitar 950 meter atau 15 menit.

Selain Bukit Mentigen spot sunrise gunung Bromo yang berada di kabupaten Probolinggo adalah Seruni Point atau yang sering juga disebut sebagai Pananjakan 2. Sementara lainnya seperti Bukit Cinta, Bukit Kingkong, Pos Dingklik dan Pananjakan 1 berada di wilayah Kabupaten Pasuruan

Tersedia cukup banyak penyedia layanan antar jemput dengan menggunakan motor atau ojek. Mereka menawarkan ongkos jalan sekitar Rp. 50.000 untuk antar jemput atau separohnya jika hanya satu kali perjalanan.

Bolehkah Mendirikan Tenda di Gunung Bromo?

Bromo Camp program camping di wilayah Gunung Bromo bolehkan? dan pihak Pengelola Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru pada awalnya menampatkan lokasi Bukit Mentigen sebagai satu-satunya area yang resmi diijinkan untuk tenda camping.

Tidak semua lokasi di Bromo diperkenankan untuk mendirikan tenda Camping. Bukit Cinta, Bukit Kingkong, Seruni Point dan Bukit Mentigen yang secara resmi diijinkan mendirikan tenda untuk para explorer yang budiman.

Sementara lokasi lainnya seperti puncak Pananjakan 1, Padang Savana dan Bukit Tetubbies Bromo dilarang keras mendirikan tenda camping. Larangan tenda di area Pananjakan 1 demi semata kenyamanan pengunjung lainnya yang berencana hanya untuk melihat sunrise, sementara lokasi lain di Lautan Pasir dan Teletubbies demi mencegah terjadinya kebakaran yang diakibatkan oleh aktivitas campers

Sunrise Bromo

Sunrise Gunung Bromo dari Puncak Pananjakan

wisata banyuwangi kawah ijen dan baluran

Bukit Cinta, Titik Temu Sunrise dan Tengger Bromo

bukit cinta gunung pananjakan bromo

Bukit Cinta atau Love Hill, 2.680 mdpl. atau juga disebut sebagai spot sunrise point Pananjakan 3. Selain sebagai titik pertemuan dengan suasana pagi pertama di Gunung Bromo di lokasi ini menurut hikayat masyarakat Tengger diyakini sebagai tempat pertemuan Roro Anteng dengan Joko Seger untuk pertama kalinya, sepasang kekasih yang dipercaya sebagai cikal bakal nenek moyang masyarakat Tengger di Bromo. Bukit Cinta berada di lereng gunung Pananjakan dan sejajar dengan spot sunrise lainnya di Puncak Pananjakan, menjadi alternatif jika spot Pananjakan 1 dan 2 sudah mulai padat dengan pengunjung.

Bukit Cinta, Love Hill atau sering disebut sebagai Pananjakan 3. menjadi lokasi alternatif lain untuk menyaksikan suasana sunrise pagi Kaldera Tengger dan Gunung Bromo di jajaran spot sunrise puncak Pananjakan. Spot utama yang menonjol adalah Gunung Batok dengan latar belakangnya Kawah Bromo

Bukit Cinta - Spot Sunrise Pananjakan 3 Bromo

Ketinggian Lokasi: 2.680 mdpl
Wilayah Administrasi: : Pegunungan Wonokitri, Tosari, Pasuruan
Tiket Masuk: tidak ada
Dibangun: 2017
Suhu Extrem: 3-5° Celcius
Trek: 100-an Anak tangga
Legenda: Titik temu Roro Anteng dengan Joko Seger (Tengger)

Parkir Kendaraan: memanfaatkan bahu jalan
Toilet; tersedia, berbayar Rp. 5.000
Musholla: tidak ada
Camping Ground: terbatas 8-10 tenda, tidak disarankan saat weekend atau liburan nasional

Persewaan: Jaket, Selimut dan Tikar
Warung Makanan: asongan dan kedai kopi/teh hangat dan makanan ringan
Souvenir: toko oleh oleh syal, sarung tangan, kupluk

open trip bromo sunrise setiap hari

bukit cinta, love hill atau puncak pananjakan 3 bromo

Alternatif Spot Sunrise Dengan Trek Ringan

Bukit Cinta bukan hanya sebagai lokasi alternatif ketika Pananjakan 1 dan 2 padat pengunjung, tapi bisa juga sebagai pilihan bagi yang tidak bersedia mendaki ratusan anak tangga. Spot permanen dengan seratusan lebih anak tangga dibangun oleh Kabupaten Pasuruan pada tahun 2017, pembangunan juga meliputi pagar pengaman dan beberapa gazebo yang menghadap langsung ke panorama gunung Batok dan Kawah Bromo. Sisi lain dari lokasi pandang Kaldera Tengger Bromo ini lebih landai tanpa anak tangga, sangat membantu bagi siapa saja yang mager dengan harus naik turun anak tangga.

Dari lokasi ini, gugusan gunung di Kaldera Tengger yang meliputi Gunung Batok, Kawah Bromo, Gunung Watangan, Gunung Widodaren dan puncak Mahameru Gunung Semeru masih terlihat dengan jelas tanpa halangan terkecuali saat kabut dan mendung di musim penghujan.

Datang Lebih Pagi atau Camping Semalam

Rata-rata explorer yang berkunjung ke Bromo menempatkan kegiatan utama dan pertamanya adalah menyaksikan suasana pagi atau sunrise, sudah menjadi bagian utama dari paket wisata di gunung Bromo selain spot panorama. Jika cuaca mendukung mulai pukul 04.00 WIB atau dini hari, pesona warna cakrawala mulai berubah secara bertahap bercampur antara kuning, merah dan jingga. Sebaiknya datang ke lokasi lebih awal untuk menghindari dan memantau kepadatan pengunjung di jalanan menuju puncak Pananjakan.

Sunrise Bromo

Beberapa explorer juga memanfaatkan lahan kosong di bukit Cinta dengan mendirikan tenda pada malam harinya, itung-itung bisa rebahan dan menahan dinginnya hawa puncak Pananjakan. Suku paling extrem di kawasan ini bisa mencapai 5° Celcius dan biasanya terjadi saat musim kemarau. Jika berencana Camping di lokasi Bukit Cinta, disarankan mengambil waktu hari biasa, bukan saat weekend atau liburan panjang karena semua area akan dipadati oleh banyaknya pengunjung, suasana Campingmu sudah tidak nyaman lagi dalam situasi seperti ini.

wisata banyuwangi kawah ijen dan baluran
 
Explore Bromo Posts

Wisata Jawa Timur

Bromo Story

Copyright © 2014 Wisata Gunung Bromo | info@explorebromo.com | support by GO.WEB